Alhamdulillah saya bisa menulis lagi di blog Diary Online saya. Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan kisah saya yang kemarin yaitu Kisahku Pada Awal Menikah.
Usia hamil saya pada waktu itu sudah menginjak 5 bulan, saya semakin khawatir dengan kondisi janin saya, karena mengingat saya gak pernah makan makanan yang mengandung gizi yang bagus. tapi saya selalu berdo'a agar janin saya dijaga dan diberi kesehatan oleh alloh SWT.
Perlu bunda ketahui, ditempat kami tinggal itu tidak ada wc dan kamar mandinya jadi kami harus pergi keluar ke wc mesjid untuk sekedar mandi dan keperluan lainnya. suami saya pulang kerjanya jam 4 sore sedangkan saya jam 1 siang otomatis di rumah saya hanya sendirian. terkadang datang rasa takut menyelimuti diri karena tempat yang saya tinggali itu jauh dari rumah warga lainnya. apalagi jika sudah datang hujan yang sangat besar dibarengi dengan petir yang keras-keras,duuuuuuuh semakin takut saja. tapi inilah jalan hidup saya, saya harus bisa melewatinya. jika hujan sedang turun saya hanya bisa duduk ketakutan disudut ruangan berharap suami cepat pulang dan menemani saya. kadang saya menangis merasakan keadaan pahit ini tapi saya juga ingat bahwa alloh tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya. jadi hati saya mulai lega lagi. karena saya yakin suatu saat nanti kehidupan kami akan berubah menjadi indah.
Pada hari minggu kamipun pergi bersilaturahim ke rumah orang tua saya. dari tempat kami tinggal ke tempat orang tua saya jaraknya sekitar 3km. kami menempuhnya dengan memakai sepeda motor. setelah sampai biasa kami bercengkrama, kemudian ibu saya bertanya kepada saya tentang keadaan saya ditempat tinggal kami, tapi saya tidak menceritakan keadaan yang sebenarnya karena saya takut membuat ibu saya sedih.. singkat cerita kami pulang, 1km lagi menuju tempat tinggal kami, motor kamipun mati karena bensinnya habis, terpaksa kai turun dan mendorong motornya sampai tiba ditempat jualan bensin dan ada salah seorang bapa-bapa yang bertanya; kenapa kang motornya? suami saya menjawab; mogok pak... habis bensinnnya. kata bapak penjual bensin tsb bilang; Disini ada bensin, di isi dlu biar bisa jalan. terus kata suami saya ; nggak pak, gak papa, saya dorong saja".jawab suami saya. bapak-bapak itu tidak tau bahwa kami menolak bukan karena kami tidak mau belanja bensin pada bapa-bapa itu melainkan kami tidak punya uang utk membelinya. singkat cerita kamipun sampai ditempat tinggal kami. kami cari-cari uang ke dalam lemari untuk beli bensin berharap masih ada uang di celengan kami karena besoknya suami saya harus pergi kerja. setelah dicari-cari ternyata dicelengan kami hanya tersisa uang recehan itupun kurang dari 1000 (seribu) rupiah. ya alloh... mana cukup uang segini buat beli bensin, kata saya sambil melihat uang recehan di telapak tangan saya. kami terduduk lemas... dan kamipun berdo'a agar alloh memberikan pertolongannya buat kami. adzan maghrib pun tiba, kami menunaikan shalat dan saya pun pergi ke mesjid buat ngajari anak-anak mengaji. dan Subhanalloh.. secara tidak di sangka-sangka kamipun mendapat amplop dari DKM mesjid padahal belum waktunya kami mendapat gaji. tapi itulah pertolongan dari alloh SWT, Alloh selalu memberikan rezeki dari arah yang terduga-duga,Alhamdulillah,,, kamipun tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada alloh. setelah shalat isya suami saya pun langsung pergi jalan kaki untuk membeli bensin. alhamdulillah besoknya kamipun bisa pergi bekerja lagi.
" Alloh Tidak Akan Meninggalkan Hamba-Hambanya.... Selagi Hamba tsb selalu bertawakkal dan selalu mengingat alloh dan menjadikan NYA sebagai tempat sandaran yang kuat".
Bersambung.... tunggu kisah selanjutnya.......... ;)
Kamis, 07 Mei 2015
Kisahku Pada Awal Menikah Part 1
Saya menikah pada tahun 2012 pada seseorang yang jika dipandang dari segi harta memang lahir dari keluarga yang sederhana dan sayapun sama lahir dari keluarga yang sederhana pula. kami terlahir dari keluarga yang tidak kaya. sehingga pas kami awal menikah, kami tidak mengenal pergi bulan madu seperti hal nya yang mempunyai banyak uang. waktu itu saya hanya berprofesi sebagai TU di salah satu RA( Raudhatul Athfal) di daerah saya, tapi selain jadi TU, saya juga ngajar anak-anak RA, jadi saya kerjanya merangkap. bunda-bunda juga pasti tau lah ya gaji guru RA itu gak seberapa, tapi alhamdulillah saya selalu mensyukuri apa yang saya dapatkan itu.
Setelah menikah, kami numpang tinggal dlu di rumah orang tua saya selama 2 bulan lamanya, karena kami belum punya uang untuk mengontrak rumah. karena uang suami saya habis untuk biaya nikah kami. suami saya merasa malu karena belum bisa pindah dari rumah orang tua saya. selama 2 bulan itu suami saya belum mempunyai pekerjaan. dan alhamdulillah selang beberapa bulan suami saya bekerja menjadi TU di salah satu sekolah swasta. dari awal itu kami mengumpulkan gaji bulanan kami dan akhirnya kami pun bisa mengontrak rumah yang sangat kecil. disana kami full menjalani hidup secara mandiri. bunda semuanya bisa membayangkan gimana keadaan hidup kami yang hidup pas-pasan diawal menikah dengan gaji yang tidak seberapa. gaji yang tidak seberapa itu di pakai buat makan sehari-hari dan untuk bayar kontrakan perbulannya. karena gaji kami yang pas-pasan itu kamipun tidak mampu mengontrak lama karena uang kami jadi hanya cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari kami, waktu itu saya sedang hamil 2 bulan jalan.
Setelah kami tidak sanggup lagi bayar kontrakan, ada kakak ipar saya yang menawarkan tempat tinggal buat kami di sebuah bangunan yayasan anak yatim yang belum ada penghuninya satu orangpun. bangunan tsb sudah berdiri sejak satu tahun yang lalu, awalnya saya takut untuk tinggal disana tapi apalah daya kami sudah tidak punya uang lagi buat ngontrak yang akhirnya kami pun bersedia menempati tempat itu. suami pun mulai mencari pekerjaan yang lain yaitu dengan menjadi seorang karyawan di bisnis herbal online. waktu itu gaji suami saya 600rb/bulannya,alhamdulillah... dan ditempat yayasan itu kami mulai mengadakan pengajian anak-anak setelah maghrib. kami tidak mengharapkan imbalan apa-apa tapi ini merupakan kasih sayang alloh kepada kami. kami dibayar oleh DKM mesjidnya. semakin hari semakin banyak kebutuhan mengingat kehamilan saya juga semakin besar perlu asupan gizi yang cukup. gaji 600/bulan sudah gak cukup lagi buat memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang kami hanya makan nasi saja tanpa lauk pauk dan kadang pula kami berangkat kerja tanpa ada sesuap nasipun yang masuk ke dalam perut kami karena kami tidak punya uang untuk beli beras. sediiiiiiiih sekali rasanya,, karena saya ingat pada janin yang ada dalam kandungan saya, janin pun pasti merasakan lapar sama spt saya. saya juga merasa kasihan pada suami saya karena mengingat tempat kerjanya yang begitu jauh pergi bekerja dengan perut yang lapar. ya rozak...... limpahkan kepada kami rizki yang cukup serta berkah.
Nanti di lanjut lagi ya......
Langganan:
Postingan (Atom)