Kamis, 07 Mei 2015

Kisahku Pada Awal Menikah Part 2

Alhamdulillah saya bisa menulis lagi di blog Diary Online saya. Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan kisah saya yang kemarin yaitu Kisahku Pada Awal Menikah.

Usia hamil saya pada waktu itu sudah menginjak 5 bulan, saya semakin khawatir dengan kondisi janin saya, karena mengingat saya gak pernah makan makanan yang mengandung gizi yang bagus. tapi saya selalu berdo'a agar janin saya dijaga dan diberi kesehatan oleh alloh SWT.

Perlu bunda ketahui, ditempat kami tinggal itu tidak ada wc dan kamar mandinya jadi kami harus pergi keluar ke wc mesjid untuk sekedar mandi dan keperluan lainnya. suami saya pulang kerjanya jam 4 sore sedangkan saya jam 1 siang otomatis di rumah saya hanya sendirian. terkadang datang rasa takut menyelimuti diri karena tempat yang saya tinggali itu jauh dari rumah warga lainnya. apalagi jika sudah datang hujan yang sangat besar dibarengi dengan petir yang keras-keras,duuuuuuuh semakin takut saja. tapi inilah jalan hidup saya, saya harus bisa melewatinya. jika hujan sedang turun saya hanya bisa duduk ketakutan disudut ruangan berharap suami cepat pulang dan menemani saya. kadang saya menangis merasakan keadaan pahit ini tapi saya juga ingat bahwa alloh tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya. jadi hati saya mulai lega lagi. karena saya yakin suatu saat nanti kehidupan kami akan berubah menjadi indah.

Pada hari minggu kamipun pergi bersilaturahim ke rumah orang tua saya. dari tempat kami tinggal ke tempat orang tua saya jaraknya sekitar 3km. kami menempuhnya dengan memakai sepeda motor. setelah sampai biasa kami bercengkrama, kemudian ibu saya bertanya kepada saya tentang keadaan saya ditempat tinggal kami, tapi saya tidak menceritakan keadaan yang sebenarnya karena saya takut membuat ibu saya sedih.. singkat cerita kami pulang, 1km lagi menuju tempat tinggal kami, motor kamipun mati karena bensinnya habis, terpaksa kai turun dan mendorong motornya sampai tiba ditempat jualan bensin dan ada salah seorang bapa-bapa yang bertanya; kenapa kang motornya? suami saya menjawab; mogok pak... habis bensinnnya. kata bapak penjual bensin tsb bilang; Disini ada bensin, di isi dlu biar bisa jalan. terus kata suami saya ; nggak pak, gak papa, saya dorong saja".jawab suami saya. bapak-bapak itu tidak tau bahwa kami menolak bukan karena kami tidak mau belanja bensin pada bapa-bapa itu melainkan kami tidak punya uang utk membelinya. singkat cerita kamipun sampai ditempat tinggal kami. kami cari-cari uang ke dalam lemari untuk beli bensin berharap masih ada uang di celengan kami karena besoknya suami saya harus pergi kerja. setelah dicari-cari ternyata dicelengan kami hanya tersisa uang recehan itupun kurang dari 1000 (seribu) rupiah. ya alloh... mana cukup uang segini buat beli bensin, kata saya sambil melihat uang recehan di telapak tangan saya. kami terduduk lemas... dan kamipun berdo'a agar alloh memberikan pertolongannya buat kami. adzan maghrib pun tiba, kami menunaikan shalat dan saya pun pergi ke mesjid buat ngajari anak-anak mengaji. dan Subhanalloh.. secara tidak di sangka-sangka kamipun mendapat amplop dari DKM mesjid padahal belum waktunya kami mendapat gaji. tapi itulah pertolongan dari alloh SWT, Alloh selalu memberikan rezeki dari arah yang terduga-duga,Alhamdulillah,,, kamipun tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada alloh. setelah shalat isya suami saya pun langsung pergi jalan kaki untuk membeli bensin. alhamdulillah besoknya kamipun bisa pergi bekerja lagi.

" Alloh Tidak Akan Meninggalkan Hamba-Hambanya.... Selagi Hamba tsb selalu bertawakkal dan selalu mengingat alloh dan menjadikan NYA sebagai tempat sandaran yang kuat".

Bersambung.... tunggu kisah selanjutnya.......... ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar