Kamis, 07 Mei 2015

Kisahku Pada Awal Menikah Part 1

Saya menikah pada tahun 2012 pada seseorang yang jika dipandang dari segi harta memang lahir dari keluarga yang sederhana dan sayapun sama lahir dari keluarga yang sederhana pula. kami terlahir dari keluarga yang tidak kaya. sehingga pas kami awal menikah, kami tidak mengenal pergi bulan madu seperti hal nya yang mempunyai banyak uang. waktu itu saya hanya berprofesi sebagai TU di salah satu RA( Raudhatul Athfal) di daerah saya, tapi selain jadi TU, saya juga ngajar anak-anak RA, jadi saya kerjanya merangkap. bunda-bunda juga pasti tau lah ya gaji guru RA itu gak seberapa, tapi alhamdulillah saya selalu mensyukuri apa yang saya dapatkan itu.

Setelah menikah, kami numpang tinggal dlu di rumah orang tua saya selama 2 bulan lamanya, karena kami belum punya uang untuk mengontrak rumah. karena uang suami saya habis untuk biaya nikah kami. suami saya merasa malu karena belum bisa pindah dari rumah orang tua saya. selama 2 bulan itu suami saya belum mempunyai pekerjaan. dan alhamdulillah selang beberapa bulan suami saya bekerja menjadi TU di salah satu sekolah swasta. dari awal itu kami mengumpulkan gaji bulanan kami dan akhirnya kami pun bisa mengontrak rumah yang sangat kecil. disana kami full menjalani hidup secara mandiri. bunda semuanya bisa membayangkan gimana keadaan hidup kami yang hidup pas-pasan diawal menikah dengan gaji yang tidak seberapa. gaji yang tidak seberapa itu di pakai buat makan sehari-hari dan untuk bayar kontrakan perbulannya. karena gaji kami yang pas-pasan itu kamipun tidak mampu mengontrak lama karena uang kami jadi hanya cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari kami, waktu itu saya sedang hamil 2 bulan jalan.

Setelah kami tidak sanggup lagi bayar kontrakan, ada kakak ipar saya yang menawarkan tempat tinggal buat kami di sebuah bangunan yayasan anak yatim yang belum ada penghuninya satu orangpun. bangunan tsb sudah berdiri sejak satu tahun yang lalu, awalnya saya takut untuk tinggal disana tapi apalah daya kami sudah tidak punya uang lagi buat ngontrak yang akhirnya kami pun bersedia menempati tempat itu. suami pun mulai mencari pekerjaan yang lain yaitu dengan menjadi seorang karyawan di bisnis herbal online. waktu itu gaji suami saya 600rb/bulannya,alhamdulillah... dan ditempat yayasan itu kami mulai mengadakan pengajian anak-anak setelah maghrib. kami tidak mengharapkan imbalan apa-apa tapi ini merupakan kasih sayang alloh kepada kami. kami dibayar oleh DKM mesjidnya. semakin hari semakin banyak kebutuhan mengingat kehamilan saya juga semakin besar perlu asupan gizi yang cukup. gaji 600/bulan sudah gak cukup lagi buat memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang kami hanya makan nasi saja tanpa lauk pauk dan kadang pula kami berangkat kerja tanpa ada sesuap nasipun yang masuk ke dalam perut kami karena kami tidak punya uang untuk beli beras. sediiiiiiiih sekali rasanya,, karena saya ingat pada janin yang ada dalam kandungan saya, janin pun pasti merasakan lapar sama spt saya. saya juga  merasa kasihan pada suami saya karena mengingat tempat kerjanya yang begitu jauh pergi bekerja dengan perut yang lapar. ya rozak...... limpahkan kepada kami rizki yang cukup serta berkah.

Nanti di lanjut lagi ya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar